4 Golongan Laki – laki yang ditarik Wanita ke Neraka

Laki – laki diciptakan Allah Swt sebagai pemimpin wanita. Kelebihan yang diberikan Alloh Swt. Adapun wanita tercipta dr tulang yang bengkok, tugas laki – laki dalam kehidupan wanita- wanita itu untuk  ‘meluruskannya’.

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Ini adalah perintah untuk para suami, para ayah, saudara saudara laki laki dan lainnya untuk menghendaki kebaikan untuk kaum wanita, berbuat baik terhadap mereka , tidak mendzalimi mereka dan senantiasa memberikan ha-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Nabishalallahu ‘alayhi wasallam, “Berbuat baiklah kepada wanita.”

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan ahli (keluarga) mu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS At-Tahrim (66 :6)

Disini lah peran kaum lelaki dan tanggung jawabnya terhadap wanita di dunia yang kelak akan ditanyakan pada hari pembalasan.

Ayahnya

Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup hanya memberi kemewahan dunia saja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

Suaminya

Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar rumah,menghias diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan muhrim. Apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, misalkan sholat tidak lalai, puasa tidak tinggal, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya kelak.

Abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga wanita jatuh ke pundak abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja, sementara adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran Islam, tunggulah tarikan sang adik wanita di akhirat nanti.

Anak lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati ibu perihal tindak-tanduk yang menyimpang dari Islam. Bila ibu membuat kemungkaran pengumpat, bergunjing, dan lain sebagainya maka anak lelaki itu akan ikut di tanya serta diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.

 

Sumber :

http://muslimah.or.id

http://blog.umy.ac.id

Iklan

Untuk Yang Ngebet Poligami ^^

Dari Ustadz Firanda Andirja

‎10 Renungan Tuk Yg Ngebet Poligami (yg tdk ngebet silahkan delete !!)
(1) Tentu poligami mrpkn syari’at yg mulia, karena memperhatikan maslahat umum, meskipun mengakibatkan kezoliman akan tetapi bersifat individual yaitu trhdp istri pertama. Bukankah istri ke2, ke3, dan ke4 mendapatkan kemaslahatan?
(2)Tdk semua peminat poligami bisa menjalankannya…, bagi seseorang yg tdk adil, maka akan dipermalukan oleh Allah pada hari kiamat dgn menjadikan badannya miring. Tdk malukah anda jika ternyata anda dipermalukan dan dibongkar aibnya dihadapan khalayak??. Adapun yg mampu maka badannya tegak lurus dan PeDe !!
(3) Jika utk menikahi istri yg pertama syari’at mempertimbangkan kemampuan ekonomi, bagaimana lagi untuk yg ke2,ke3,dan ke4??. Mungkin ada yg nyeletuk, “Para sahabat miskin aja poligami?”. Memang benar…, jika anda bertakwa, berusaha, bertawakkal sbgmn para sahabat maka silahkan…
(4) Jika anda ingin poligami karena ingin menjaga pandangan atau agar bisa terhindar dari zina, maka itu tujuan yg diperbolehkan, maka tdk perlu anda mengatakan : “Saya poligami bukan krn syahwat, tapi ingin menjalankan sunnah Nabi”. Kalau syahwat tdk punya peran knp tdk mencari janda yg tua sekalian? Kan lbh banyak pahalanya !!
(5) Islam dibangun atas menimbang antar maslahat &mudhorot. Karenanya perlu persiapan matang dan lama untuk berpoligami. Coba timbang2, apakah setelah poligami anda lbh banyak memperoleh kemaslhatan? Ataukah sebaliknya?.
(6) Menurut pengamatan…, suksesnya poligami sangat terkait dgn peran dan sikap istri pertama, maka butuh waktu dan kesabaran mendidik istri pertama
(7) Jika akhirnya antum berpoligami dan mendapatkan istri ke2 yg lebih muda dan cantik, maka janganlah pernah lupa perjuangan dan kebaikan istri pertama dlm membina rumah tangga sehingga akhirnya anda siaap poligami, membina anak2, kesibukannya yg banyak membuat dia tdk sempat merawat diri dan kecantikannya.
(8) Karenanya lebih mengalah dan memberi udzur trhdp istri pertama jika ada sikap2nya yg salah setelah anda berpoligami. Tanamkan hal ini juga kpd istri barumu agar ia lbh menghormati dan mengalah terhadap istri pertama
(9) Poligami mrpk amalan sholeh, karenanya bisa jadi seseorang riyaa’ dgn “memamerkan” poligaminya
(10) Berusahalah menjadi pelaku poligami yg sukses sehingga mengharumkan sunnah Nabi, dan janganlah sebaliknya -sbgmn yg sering terjadi- sehingga memperburuk kesan syari’at poligami

 

Sumber :

https://www.facebook.com/firanda.andirja/posts/409650179102445