Finger Print Test, Ramalan atau Ilmiah?

fingerprint

Bismillah

Setelah ada nya pertanyaan seseorang tentang finger print test, jadi ada pandangan baru tentang tes-tes yang serupa, apakah termasuk ramalan apa memang sekedar penelitian ilmiah untuk mengetahui bakat seseorang melalui aktifitas otak terutama nya anak-anak.

Sekitar 4 tahun yang lalu saya dan keluarga pernah melakukan tes sidik jari ini. Kalau untuk anak kelak akan diketahui bakat nya kemana, sehingga kelak akan dapat menentukan dia bisa masuk kelas yang mana atau jenjang pendidikan yang lebih khusus. Pada saat kami melakukan test, tak pernah terpikirkan bahwa ini adalah suatu bentuk ramalan, seperti ramalan yang memang dilarang oleh islam.

Dari : Panduan Serena Tentang Ramalan

Sebenarnya banyak cara untuk membuat ramalan. Ramalan melalui tangan telah dilakukan sebelum tercatitnya sejarah manusia. Lihat Ramalan melalui tangan Cina danRamalan melalui tangan India juga. Ramalan melalui tangan dapat dilihat melalui bentuktanganrajah retak tapak tangan dan kuku. Perkembangan baru dalam kepandaian ini sudah mencapai tahap analisis tangan melalui dermatoglifik (cap jari dan rajahkulit).”

Jadi kira-kira sih finger print tes itu dianalisa melalui guratan2 yang ada pada jari, diselaraskan dengan kinerja otak. Nanti nya akan teranalisa sebagai orang/anak yang cenderung denan otak kanan nya atau otak kiri nya.

Lalu apa beda nya dengan ramalan? sepertinya nyaris sama, tapi bagaimana juga cara kita menyikapi nya. Karena dengan melakukan tes ini seolah olah kita menjadi tau apa yang ada didalam benak dan hati seseorang, mengatur masa depan seseorang/anak. Padahal sesuatu yang ghaib itu hanya milik Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Hal ini telah Alloh terangkan dalam kitab-Nya dengan sempurna ketika memerintahkan RosulNya -shollallohu ‘alaihi wa sallam- untuk meyampaikan kepada manusia bahwa tiada seorang pun mengetahui perkara gaib kecuali Alloh –‘azza wa jalla- tiada sekutu bagi-Nya, baik dari kalangan malaikat, jin-jin bahkan para nabi sekalipun. Siapa yang mengaku mengetahui perkara-perkara gaib, maka ia telah terjatuh ke dalam kekufuran, karena menentang ayat-ayat Al-Quran. Alloh -subhanahu wa ta’ala- berfirman:
قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا الله
“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Alloh.” (QS. An-Nahl: 65)
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ * قَالُوا سُبْحَانَكَ لا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ * قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ
“Dia (Alloh) mengajarkan kepada Adam nama-nama benda seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu, jika kalian memang orang-orang yang benar!”
Mereka menjawab: “Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Al-‘Alim (maha mengetahui) lagi Al-Hakim (maha mempunyai hikmah).”
Alloh berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini!” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Alloh berfirman: “Bukankah sudah Kukatakan kepada kalian, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi serta mengetahui apa yang kalian lahirkan dan sembunyikan?” (QS. Al-Baqoroh: 31-33)
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ
“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian bagi Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu, kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, barulah jin itu sadar bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib, tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.” (QS. Saba’: 14)
قُلْ لا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ الله وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ
“Katakanlah, wahai Muhammad: “Aku tidak mengatakan kepada kalian, bahwa perbendaharaan Alloh itu ada padaku dan tidak pula aku mengetahui yang gaib. Tidak pula aku mengatakan kepada kalian bahwa aku adalah seorang malaikat. Aku tidak mengikuti, kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS. Al-An’am: 50)
قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلا ضَرّاً إِلَّا مَا شَاءَ الله وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Katakanlah, wahai Muhammad: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula menolak kemudharatan, kecuali yang dikehendaki Alloh. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-A’rof: 188) ”

HUKUM MEMBACA DAN MEYAKINI RAMALAN BINTANG

Mendatangi para ahli nujum dan semisal mereka dari para dukun dan paranormal, bertanya kepada mereka, membenarkan apa yang mereka katakan adalah perkara yang diharamkan dan merupakan dosa besar, bahkan bisa mencapai kesyirikan yang besar, mengeluarkan seseorang dari Islam (murtad). Dalil-dalil As-Sunnah telah menunjukkan akan hal itu, diantaranya:
Pertama: dari Mu’awiyah bin Al-Hakam -rodhiyallohu ‘anhu- bahwasanya beliau berkata:
يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي حَدِيثُ عَهْدٍ بِجَاهِلِيَّةٍ، وَقَدْ جَاءَ اللهُ بِالْإِسْلَامِ، وَإِنَّ مِنَّا رِجَالًا يَأْتُونَ الْكُهَّانَ، قَالَ: فَلَا تَأْتِهِمْ
“Wahai Rosululloh, saya baru terlepas dari masa jahiliyyah (yaitu baru masuk Islam). Alloh telah datang dengan ajaran Islam. Sebagian orang-orang mendatangi para dukun?” Maka Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Jangan mendatangi mereka!” (HR. Muslim)
Para ulama menerangkan bahwa Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- melarang untuk sekedar mendatangi para dukun, ahli nujum, paranormal dan sebagainya dikarenakan mereka berbicara tentang perkara-perkara gaib yang terkadang sesuai dengan kenyataannya, sehingga dapat menimbulkan fitnah di kalangan manusia disebabkan kedustaan mereka. (lihat Syarh Shohih Muslim, karya Imam An-Nawawi -rohimahulloh- pada hadits tersebut)
Demikian juga orang yang membaca artikel-artikel tentang perdukunan dan ramalan-ramalan bintang masuk dalam larangan ini, karena dia ingin mengetahui apa yang mereka tuliskan, sehingga hukumnya seperti kalau dia mendatanginya.
Kedua: apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari beberapa istri Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam-, bahwasanya beliau bersabda:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Siapa yang mendatangi seorang ‘arrof (peramal, dukun, paranormal dan sebagainya dari orang-orang yang mengaku mengetahui perkara gaib), lalu bertanya kepadanya akan sesuatu, maka sholatnya tidaklah diterima selama empat puluh hari.”
Hadits ini menerangkan bahwa siapa yang mendatangi paranormal (dukun) dan menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima sholatnya selama empat puluh hari. Hal ini menunjukkan bahwasanya perbuatan tersebut adalah dosa besar. Ini berlaku juga bagi orang yang mencari-cari ramalan-ramalan yang ada di media-media masa untuk mengetahui nasib dirinya atau orang lain dan sebagainya.
Ketiga: hadits Abu Huroiroh -rodhiyallohu ‘anhu- yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad -rohimahulloh- dan selainnya, bahwa Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
مَنْ أَتَى كَاهِنًا، أَوْ عَرَّافًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم
“Siapa yang mendatangi seorang dukun atau ‘arrof dan membenarkan ucapannya, maka dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad -shollallohu ‘alaihi wa sallam- (yaitu Al-Quran).”
Hadits-hadits tersebut menunjukkan kepada kita bahwa siapa yang bertanya tentang suatu perkara kepada dukun, ahli nujum atau ‘arrof dan membenarkan atau mempercayainya, maka ia telah kafir, karena ia meyakini bahwa yang ditanya tersebut mengetahui perkara gaib, baik melalui perantaraan para setan atau dengan metode perbintangan dan yang semisalnya.
Demikian juga hukum ini berlaku bagi orang-orang yang mempercayai dan membenarkan ramalan-ramalan bintang. Adapun jika tidak mempercayai atau membenarkannya, maka tidaklah kafir, tetapi tidak diterima sholatnya selama empat puluh hari, sebagaimana tersebut dalam hadits istri Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- riwayat Imam Muslim di atas.
Keempat: adapun jika mendatangi dukun atau ahli nujum (para peramal) untuk membongkar kedustaan dan kejahatan mereka di hadapan khalayak ramai dan ia mampu untuk itu, maka hal ini diperolehkan dalam syariat, sebagaimana dalam Shohih Bukhori dan Muslim, dari Ibnu Umar -rodhiyallohu ‘anhuma- bahwasanya Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- telah mendatangi Ibnu Shoyyad (salah seorang dukun di zaman itu) dan bertanya: “Siapa yang mendatangimu?” Dia menjawab: “Seorang yang jujur dan pendusta.” Lalu Nabi bertanya: “Telah tercampur-baur perkaranya atasmu.” Lalu Nabi berkata kepadanya: “Aku telah menyembunyikan sesuatu untukmu.” Dia berkata: “Dukh …” Lalu Nabi membentaknya:
اخْسَأْ، فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ
“Cih…, kamu tidaklah lebih dari sekedar dukun!”
Dalam hadits ini Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wa sallam- mendatangi seorang dukun untuk membongkar kedustaan dan kebohongannya di hadapan para sahabat, bahwa dia tidaklah mengetahui yang gaib, hanya saja setan telah membisikkan kepadanya berita-berita yang dibumbui dengan kedustaan yang banyak.
Hukum ini juga berlaku jika membaca buku-buku ilmu nujum, ramalan-ramalan bintang dan sebagainya untuk membantah dan membongkar kedustaan paranormal, maka ini dibolehkan, bahkan bisa menjadi wajib bagi seorang yang berilmu dari kalangan ulama agar umat terselamatkan dari kesyirikan dan kekufuran tersebut. Selain dari tujuan mulia ini, maka tidak diperbolehkan menelaah buku-buku perdukunan dan ramalan yang ada sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahkan sebaliknya hendaknya tulisan-tulisan tersebut dibakar dan dimusnahkan.

Namun demikian saya pun belum bisa memastikan apakah sama finger print test ini dengan ramalan dalam bentuk yang lain.

Namun adalah bijak bila kita mengalirkan hidup kita saja. Percaya bahwa Allah tidak akan menukar atau mengurangi rejeki kita. Dan seorang anak akan berkembang dengan cara yang baik, tanpa terpaku dari hasil sebuah test yang belum tentu kebenarannya.

orang tua, sebagai seseorang yang terdekat, punya perhatian dan mempunyai akses selama 24 jam untuk berdekatan dengan putra/inya… sebetulnya lebih berpeluang untuk dapat “membaca” masa depan anak-anaknya… asalkan.. rajin mencatat… setiap kegiatan yang dilakukan oleh sang anak, menganalisanya dengan bening hati… Subhanallah. Tidak perlu menggunakan bantuan… siapa dan apapun, kecuali Allah Azza wa Jalla”

Sumber :

http://www.ahlussunnah.web.id

http://cahayamuslimah.com/blog

Komunikasi Semasa Umroh

zain

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah bulan april kemarin bulan nya ane diberi berkah luar biasa oleh Allah Subhanahu wata’ala melalui orang tua, yaitu Allah berkenan ane berkunjung lagi ke Baitullah… Subhanallah, sesuatu sekali.. ^_^.

Walau hanya seminggu disana plus perjalanan nya banyak hal yang musti dipersiapkan, diantara nya adalah komunikasi dengan orang – orang terkasih di Indonesia. Bukan hanya komunikasi dengan keluarga di Indonesia, tetapi juga dengan antar jama’ah di sana, kalau-kalau tersesat dan membutuhkan informasi. Sebagai informasi terkini, Masjidil Haram sedang dalam renovasi yang cukup besar – besaran, sehingga banyak jalan yang mungkin tidak diketahui oleh sebagian besar jama’ah.

Sedikit info dari ane tentang provider atau sim card yang dipakai ane ketika sampai di tanah arab, kronologi nya yaitu ketika sampai di airport Jeddah ada beberapa cleaning service setempat, yang sudah pandai berbahasa Indonesia (jadi salut dengan bahasa ku ini seperti jadi bahasa kedua setelah bahasa arab  ^_^) mereka menawarkan perdana yang sudah siap pakai. Hebat nya bisa dibeli dengan dua mata uang yaitu riyal dan rupiah, sesuatu sekali kan.. ^_^.  Saat itu ane coba membeli satu perdana dengan provider mobily, Oiya harga yang ditawarkan 100 ribu rupiah atau 30 SAR. Nama nya penjual dadakan, ya informasi nya juga seadanya. Buat nelpon dan sms saja.  Padahal jaman sekarang banyak yang ingin paket internet, atau paket blackberry. Akhirnya setelah lolos dari meja imigrasi dan menuju bis, ane menemukan konter nya mobily ini, dan banyak brosur – brosur tentang paket dari sim mobily ini. Alhamdulillah ya masih pake bahasa inggris, heheh….coba pake bahasa arab, langsung menyesal deh kenapa gak les bahasa arab sekalian… ^_^. Ane nyomot satu yang ada logo whatsapp nya. Sambil coba ngoprek di jalan nemu deh cara registrasi khusus whatsapp doank. Dengan cara kirim sms dengan isi 210 kirim ke 1100. Voila (baca:walah.. :D) akhirnya tersambung lah ane dengan whatsapp dengan ongkos 10 SAR, sisa duit tinggal 20 SAR, not bad, bisa buat telpon dan sms an bentar- bentar, hehe…. Oiya ongkos sms ke tanah air tuh sekitar 0,5 SAR, masih jauh lebih murah ketimbang kita roaming bawa perdana dari tanah air, ternyata muahalll cin…bisa sekitar 6000 – 8000 rupian per sms (ouch…!!).

Seterusnya sampai lah kita di kota madinah, waktu nya menyesuaikan diri,ibadah, dan celingak celinguk, hehehe…..nah ternyata mencari pulsa dan perdana di kota madinah pun gak susah cin… cerita nya ane bawa blackberry ane, secara biar bisa update terus, dan ada yang perhatian sama ane (ehmm…well ternyata tidak.. L ) nah penjual perdana dan pulsa nya tuh belatak banget di emperan mesjid nya Rasulullah Mesjid Nabawi. Secara dengan sok akrab ane ngomong ke penjual nya, “SimCard for Blackberry” ahh….langsung ngerti doi, hebat nya langsung diregistrasiin, tapi ga banyak info yang di dapat. Dengan ongkos sekitar 50 SAR untuk 10 hari bbm aktif (mahal cuy.. L) ane dapet provider yang berbeda yaitu Zain. Tapi cukup membantu dikala kita membutuhkan informasi melalui layanan blackberry, tapi praktis ga terlalu dipakai. Malahan buat foto –foto :D. yang whatsapp malah sangat membantu update berita dan cerita ke babe ane.. mantab dah.

Well I want to thank you to mobily and zain yang menjadi alat komunikasi ane selama di Tanah Suci, the centre of the universe, tempat yang akan selalu diinginkan untuk kembali lagi.

Semoga info ane ini bermanfaat ya agan – agan semua yang pada mau umroh. Ane cuma minta satu hal dari agan – agan yang mau umroh, jangan lupa do’a in ane yaa…heheh

Barakallahu fik ^_^