Jangan pernah menyalahkan keadaan (part 2)

Jangan pernah menyalahkan keadaan,karena menyalahkan keadaan sama dengan mempertanyakan kinerja Tuhan. Padahal mempertanyakan “kenapa” kepada Alloh saja tidak boleh.
Pelajaran ku pagi ini yg ku dengar dari kajian di rodja, adalah setiap kejadian itu pasti ada hikmah,baik yang diketahui maupun tidak diketahui manusia.
Contoh,ketika aku dengan manusia 1,aku tahu ada hikmah,ada pelajaran besar, tapi dengan manusia 2,3,4 terkadang aku bertanya kenapa harus bertemu. Kenapa aku belum melihat hikmah dan pelajaran setelah berpisah atau terjadi sesuatu. Nah itu yang tidak perlu kita tanyakan kepada Alloh. Kita hanya perlu melanjutkan hidup ke yang lebih baik,mencari solusi yang sesuai syariat tanpa mempertanyakan kenapa Alloh melakukan hal ini kepada kita. Atau kenapa kita mendapatkan hal atau cobaan ini dalam hidup. Karena hanya Allah saja Yang Maha Mengetahui segala hikmah.
Hidup harus terus berjalan. Jalani sesuai apa yang Alloh kehendaki. Semoga kita semua mendapatkan surgaNya Aamiin.

Jangan pernah menyalahkan keadaan.

Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah, dan keburukan apapun yang menimpa mu itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. (QS4:79)

Imam Syafi’i pernah mengatakan, “Aku bermaksud baik, tetapi yang terjadi malah sesuatu yang buruk. Memang hal itu telah terjadi, akibat keburukanku juga.

For me,myself, and I

Nasehat ini sangat saya pegang sekarang… Krn suatu pembelajaran buat diri yang lemah ini agar supaya jangan selalu menyalahkan keadaan. Bila menyalahkan keadaan bisa-bisa menjadi kufur dan menyalahkan Alloh sebagai pencipta dan menjadi tidak bersyukur. Bila mau merenungkan kembali, kita akan merasa bersalah dan lega sekaligus, karena kita menjadi tidak akan menyalahkan Alloh atau siapa pun melainkan diri kita sendiri.

Renungkan lah masa lalu kita… Apa yang telah kita perbuat di masa lalu. Atau mungkin yang akan kita perbuat,hanya Alloh saja yang Maha Mengetahui isi hati manusia yang terdalam.

Bersabarlah dalam hidup,jangan patah semangat meraih surga, apalagi yang tanpa hisab. Bila memang belum diberi jalan,mungkin memang belum waktu nya atau memang ada yang terbaik yang hanya Alloh yg tahu. Alloh sesuai dengan prasangka umat Nya.