Belajar dari Film

Nonton bukan lah hobi ku, tapi dengan nonton sebuah film banyak hal yang bisa ku pelajari, kurasakan, bahkan terkadang mempengaruhi mental, emosi, dan pikiran ku.
Skenario film itu nampak sempurna, menyempurnakan angan setiap orang, membayangkan bila kita di posisi sang actor, atau membayangkan wajah cantik dan ganteng para actor nya. Itu bila niat kita menonton adalah untuk menyaksikan fisik para pemain nya.
Bagi ku menonton itu yang pertama adalah hiburan, tapi itu hanya sekitar 20% saja, sisa nya niat ku menonton adalah mempelajari sesuatu yang baru, mengambil hikmah, atau malah menguatkan iman islam ku.
beberapa waktu lalu aku sudah nonton beberapa film, seperti knight and day, maleficent, frozen, dan juga film indihe (hehehe). Film india mendayu-dayu klasik, dengan gaya lebay nya (tapi kusuka) tapi bila mental lagi gak “penuh” akan berakhir dengan angan-angan semu, arti nya adalah…tak ada pelajaran yang bisa diambil.
Kalau jaman dahulu ada film yang aku suka itu mcgyver, ilmu nya keren, bisa menginspirasi orang untuk kreatif juga, mengubah pola pikir orang untuk berfikir kreatif,.
Film percintaan pun terkadang juga membuat angan terbang, pada akhir nonton film, akan terfikir “ oh seandai nya aku jadi wanita itu” atau “ oh seandai nya jalan hidup ku pun seperti itu”. Hmm sebuah angan yang GAK BAIK. Emang loe pikir loe siape, pengen ngatur hidup loe. Bermimpi boleh tapi tidak dengan “seandainya”. Sebagian “seandainya” itu dekat dengan setan. Better be watch it..!!
Film drama gak selalu percintaan, terkadang ada hikmah yang kuat banget, tergantung kita menangkap nya. Aku kagum sama cerita maleficent. Tadi nya ku pikir film horror, serem, jahat. Well don’t judge the book by it’s cover kan?? Begitu juga dengan frozen, kupikir hanya animasi percintaan yang biasa dibuat. Maleficent bercerita tentang kisah dongeng klasik putri tidur, kalo di dongeng klasik diceritakan ada ratu jahat menyihir putri dan mengutuk nya dan hanya bisa dilepaskan hanya dengan “ciuman cinta sejati”. Begitu pula dengan frozen, diceritakan seorang adik yang terkena kekuatan sang kakak, yang konon hanya bisa disembuhkan dengan “ciuman cinta sejati”. Pada akhir nya toh kita mengetahui, kekuatan cinta, dan saling menyayangi itu lah yang lebih menyembuhkan dari sebuah ciuman (apalagi belom muhrim 😛 ). Bayangkan seorang penyihir menyayangi tawanan nya? Tak terpikir kan kan, atau sayang nya adik kepada kakak yang mengabaikan nya? Orang akan berpikir emang bisa tukang sihir yang (nampak) jahat (dalam islam sihir adalah gak baik ya, jangan ditiru 😀 )bisa menyayangi tawanan nya? Atau ngapai juga pake sayang sama kakak yang sudah jahat pada adik nya? Heii …itu lah kekuatan cinta. Kenapa harus selalu lelaki pada perempuan dan sebalik nya? Pola pikir kita lah yang terbelenggu.
Ada sebuah kuote dari film Italian job “ aku percaya pada setiap manusia (ada kebaikan) hanya saja aku tak percaya dengan iblis dalam diri mereka”. Arti nya there is a devil inside the human, kalo di islam qarin kali yaa. Pola pikir dan hati kita lah yang harus berubah, menerima kebenaran, tidak membiarkan devil itu menguasai kita. Karena setiap orang pun mempunyai sisi baik, there is an angel too inside of us.
Kesimpulan nya, terus lah belajar, bahkan dari hal yang paling kita suka, seperti nonton film, baca buku, browsing, dan lain lain.
Dan teruslah menjadi pribadi yang BAIK HATI nya.
*SENYUM KU UNTUK MU*